Sidang Kabinet, Jokowi Minta Menteri Pantau Harga Bahan Pokok

REPUBLIKA – Usai melakukan kunjungan kerja selama sepekan ke Jepang dan Cina, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengumpulkan menteri-menterinya. Dalam sidang kabinet kali ini, presiden menekankan agar menteri terus memantau harga bahan pokok.

“Meskipun kita lihat di lapangan harga beras pada posisi normal kembali, tetapi saya ingin agar situasi harga itu dipantau dari hari ke hari,” kata Jokowi saat membuka rapat.

Tak hanya untuk beras, presiden juga meminta agar menteri memantau harga kebutuhan pokok lain seperti gula dan daging. Jokowi ingin memastikan agar harga kebutuhan pokok tetap stabil jelang datangnya bulan suci Ramadhan tiga bulan mendatang.

Dalam sidang kabinet kali ini, menteri Kabinet Kerja yang hadir antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri Koordinator bidang Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Sumber:A�nasional.republika.co.id

Lama tidak terdengar, ini perkembangan tiga kartu sakti Jokowi

jokowi

Merdeka.com -A�Tiga program utama yang diluncurkan Jokowi-JK yaitu Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) diharapkan bisa mengurangi kemiskinan, meningkatkan pendidikan dan masalah buruh migran.

Sejak awal diluncurkan pada 3 November 2014 lalu, tiga kartu sakti tersebut tidak diketahui perkembangannya. Menteri Sosial Khofifah menegaskan, pengembangan tiga kartu sakti tersebut terus dilakukan.

“Tetap, tetap (berjalan) jadi kalau di Kemendikbud saya rasa satgasnya sudah jalan kok, koordinasi dan insya Allah besok yang cash transfer sudah bisa untuk seluruh ibukota di provinsi,” ungkap Khofifah di Istana Kepresidenan.

Sementara itu, lanjut Khofifah, untuk KKS akan diluncurkan pada Selasa, 31 Maret 2015. Adapun penerima KKS jumlahnya mencapai 15,5 juta.

“15,5 juta penerima KKS di seluruh Indonesia, besok tanggal 31 Maret di ibukota propinsi di 34 propinsi untuk cash transfer,” ujarnya.

Untuk peluncuran KIS dan KIP, Khofifah mengaku masih menunggu jadwal Presiden Jokowi dari Sekretariat Negara.

“KIS dan KIP itu sedang menunggu jadwal presiden, supaya tempat launchingnya, saya sudah berkoordinasi dengan Setneg, sesuai dengan alokasi waktu yang kami sedang koordinasikan dengan Setneg,” ujarnya.

Khofifah mengatakan tiap tiga bulan pertama nilainya Rp 200.000, dengan demikian jumlah yang diterima sekitar Rp 600.000. “Jadi nunggu jadwal dari presiden untuk bisa segera melaunching, jadi KIS, KKS, KIP masih sama yang dulu,” ujarnya.

Sumber: merdeka.com